
Jam Dinding Kantor
Darga karya ini merupakan hasil karya yang di tulis oleh Ayah saya Darwis Sinaga, BA, kepada teman-teman yang melihat karya kami ini kami juga mengundang teman teman untuk m ngunjungi channel YouTube saya dengan akun yaitu warhol betta fish...minta dukungannya ya dengan like subscribe dan share ke sanak family dan teman teman.. assalamualaikum 🙏🙏

Kerikil Kecil Dalam Keluarga
Pada suatu hari pasangan suami istri Pak Wedi dan Bu Wedi mengalami konflik dalam rumah tangga. Akibatnya kedua insane itu tidak saling bicara sebagaimana lazimnya suami istri, Pak Wedi, yang profesinya pegawai kantor, setiap hari harus pergi bekerja tepat waktu. Ibu Wedi telah terbiasa membangunkan suaminya pagi hari dan mempersiapkan keperluan Pak Wedi. Ya, pakaian, ya sarapan dan lain-lain. Sebentar pak Wedi kebingungan menghadapi situasi keruh ini. Tetapi ia tidak kehilangan akal. Diambilnya secarik kertas dan membuat tulisan di dalamnya.”Bangunkan aku Pkl 5 pagi”.Sebelum Pergi tidur dia meletakkan kertas itu diatas bantal Bu Wedi. Ketika Bu wedi menemukan kertas itu, ia pun tidak tinggal diam, dia ambil juga secarik kertas dan menulis:”Bangunkan aku Pkl 4 pagi”.Ketika Pak Wedi telah tertidur nyenyak, Bu Wedi pergi menaruh kertas itu disamping Pak Wedi. Dan Pasangan suami istri itu pun pergi ke peraduan masing-masing.
Pada waktu pagi Pak Wedi bangun terlambat. Jam dinding dikamarnya menunjukkan pukul 6. Sebelum pak Wedi beranjak dari tempat tidurnya, ia terkejut melihat sepotong kertas bertuliskan”Bangunkan aku pkl 4 pagi”. Perlukah Pak Wedi menggunakan beker untuk membangunkan dirinya esok pagi?
Kera yang nakal
Seorang tukang sepatu di ganggu oleh ulah kera besar yang berada di beberapa pohon dekat rumahnya. Kera itu senang sekali mengamati tukang sepatu itu ketika bekerja. Ketika istirahat, kera tersebut turun dari pohon dan merusak alat-alatnya. Pisau-pisaunya menjadi tumpul. Kulit-kulitnya rusak dan sepatu-sepatu pelanggan koyak. Disamping itu kera itu sering mengejeknya yang membuatnya marah. Akhirnya suatu hari ia mendapat cara untuk menaklukkan kera itu, ia pergi ke kamar dan mengambil pisau cukur. Ketika kera itu memperhatikannya, ia berpura-pura menggosok-gosokkan pisau cukur itu ke lehernya. Kemudian ia tinggalkan pisau itu di lantai dan ia pergi keluar. Ketika ia kembali dia menemukan kera itu terbaring mati dengan leher yang terpotong.
Masinis Kereta Yang Ceria
Suatu ketika ada seorang masinis yang terkenal selalu ceria. Dia memandang sesuatu dari sudut yang baik dan menasehati orang bahwa di balik penderitaan pasti ada hikmahnya. Pada sutu hari keretanya mendapat musibah, dan dia mengalami luka parah. Ketika ia dirawat dirumah sakit dia harus menjalani amputasi sebelah kakinya. Beberapa hari kemudian rekan-rekan sekerjanya berkunjung. Seorang diantara mereka berkata, saya yakin dia akan kesulitan melihat sesuatu dari sisi baik esok. Mendengar hal itu ia tersenyum dan berkata, sama sekali tidak, saya akan menyediakan sebuah sepatu saja dan tidak repot membeli sepatu dan membersihkannya esok