Juni 10, 2009

Cerita Pendek ( CERPEN) Vol 8


Jam Dinding Kantor

Setelah Liburan selama beberapa hari para pegawai kembali masuk kantor untuk bekerja seperti biasanya. Satu demi satu pegawai tiu tiba di kantor, seorang diantaranya menoleh ke jam dinding. Jam dinding ini mati, barangkali perlu di beri minyak-minyak. Pegawai yang lain bilang, oh ini rusak karena per nya yang patah pegawai yang berikut mengatakan, saya kira jarumnya mudah berkarat. Tak berapa lama kepala bagian datang dan bertanya kepada stafnya, ada apa> kok rebut-ribut? Ini Pak jam kantor kita rusak. Segera. Pak Darman mengambil obeng dan membuka jam itu sambil mengotak-atiknya, akan tetapi jam itu tetap tidak berfungsi. Akhirnya jam dinding itu di bawa ke tukang jam oleh salah seorang diantaranya. Sesampainya di sana, ia segera mencari kunci dan memutarnya. Akhirnya jarum jam itu pun bergerak seperti sedia kala

Juni 09, 2009

Cerita Pendek ( CERPEN) Vol 7

Kerikil Kecil Dalam Keluarga

Pada suatu hari pasangan suami istri Pak Wedi dan Bu Wedi mengalami konflik dalam rumah tangga. Akibatnya kedua insane itu tidak saling bicara sebagaimana lazimnya suami istri, Pak Wedi, yang profesinya pegawai kantor, setiap hari harus pergi bekerja tepat waktu. Ibu Wedi telah terbiasa membangunkan suaminya pagi hari dan mempersiapkan keperluan Pak Wedi. Ya, pakaian, ya sarapan dan lain-lain. Sebentar pak Wedi kebingungan menghadapi situasi keruh ini. Tetapi ia tidak kehilangan akal. Diambilnya secarik kertas dan membuat tulisan di dalamnya.”Bangunkan aku Pkl 5 pagi”.Sebelum Pergi tidur dia meletakkan kertas itu diatas bantal Bu Wedi. Ketika Bu wedi menemukan kertas itu, ia pun tidak tinggal diam, dia ambil juga secarik kertas dan menulis:”Bangunkan aku Pkl 4 pagi”.Ketika Pak Wedi telah tertidur nyenyak, Bu Wedi pergi menaruh kertas itu disamping Pak Wedi. Dan Pasangan suami istri itu pun pergi ke peraduan masing-masing.

Pada waktu pagi Pak Wedi bangun terlambat. Jam dinding dikamarnya menunjukkan pukul 6. Sebelum pak Wedi beranjak dari tempat tidurnya, ia terkejut melihat sepotong kertas bertuliskan”Bangunkan aku pkl 4 pagi”. Perlukah Pak Wedi menggunakan beker untuk membangunkan dirinya esok pagi?

Juni 08, 2009

Cerita Pendek ( CERPEN) Vol 6

Prasangka Buruk


Seorang pemburu pergi mencari mangsanya dikawasan hutan. Di suatu tempat dia melintasi ladang semangka. Buah semangka yang besar-besar itu membuatnya keheranan, melihat pohonnya yang kecil dan menjalar di tanah. Dalam suasana panas terik dia berteduh di ladang itu di sebuah pohon yang besar dan dia bersandar pada pohon itu. Dia memandang keatas pohon yang buahnya kecil-kecil sekecil kelereng, dia kembali keheranan pohon begini besarnya, buahnya kecil, memang tuhan tak adil katanya, sesaat ia tertidur dibawah pohon itu. Tiba-tiba sebutir buah pohon itu jatuh dan mengenai hidungnya, dan dia terbangun. Astaga katanya, andaikata pohon ini buahnya sebesar semangka itu, pasti hidungku hancur. Terakhir ia berkata ya tuhan engkau memang adil


Gagak yang Cerdik


Seekor burung gagak terbang kian kemari mencari air. Dalam suasana yang dahaga itu ia melihat tempurung kelapa yang berisi air. Sayang paruh gagak itu tidak dapat mencapai air, karena lubang tempurung itu terlalu kecil. Disekitar tempat itu ia melihat koral koral kecil yang berserakan. Gagak itu memasukkan batu-batu kecil itu satu demi satu kedalam tempurung kelapa itu, akibatnya air dipermukaan tempurung kelapa itu naik kepermukaan, sekarang ia telah berhasil memuaskan dahaganya karena paruhnya telah mencapai air itu.

Juni 07, 2009

Cerita Pendek ( CERPEN) Vol 5

Anak- Anak Yang Nakal

Pada suatu keluarga seorang ayah selalu pusing melihat tingkah laku anak-anaknya, yang apabila mereka bertemu tiada waktu tanpa bertengkar. Pada suatu hari terlintas di benak sang ayah suatu ide, dia memanggil semua anaknya. Sebelumnya dia membawa sebuah sapu lidi. Kemudian dia menyuruh anak-anaknya mencoba mematahkan sapu itu. Mereka secara bergantian melakukannya, tetapi tak seorang pun diantara mereka mampu mematahkan sapu itu. Kemudian dia membuka ikatan sapu itu hingga berserakan. Kepada anak-anaknya diminta untuk mematahkan lidi-lidi itu semua dengan mudah dipatahkan. Keesokan harinya sang ayah kembali dari kerja menyaksikan anak-anaknya makan bersama satu meja

Malapetaka Seekor Zebra

Suatu hari saya menonton sekawanan zebra yang melintas di daerah semak belukar. Pertama-tama mereka berjalan dalam kelompok yang rapi menuju suatu tempat. Tiba-tiba beberapa ekor harimau mengintai dari sisi bukit. Rupanya harimau-harimau itu bermaksud merusak kekompakan zebra itu. Harimau-harimau itu turun dari latar bukit dan menyerbu kawanan zebra itu. Tentu zebra-zebra itu berlari kearah depan bersama. Namun malangnya, ada seekor dari anggota kelompok itu pergi memisahkan diri berlari kearah lain. Jadilah ia korban keberingasan harimau yang kejam itu

Mimpi Buruk

Teman saya Toni kerap sekali bercerita kepada saya tentang pengalaman tidurnya. Pada suatu hari dia kelihatan letih sekali karena sebelumnya dia pergi berburu kehutan dengan pamannya. Karena asyiknya berburu kancil dihutan itu sampai-sampai ia lupa makan siang, Akhirnya ia masuk angin. Ia mencret pada sore harinya sekembali dari hutan. Malam hari ia bermimpi buruk. Ia bertemu dengan seekor hewan berbulu tebal dan menakutkan. Ketika ia terbangun, ia merasakan perutnya mulas dan mencret lagi untuk kedua kalinya. Ia langsung pergi kekamar mandi

Juni 06, 2009

Cerita Pendek ( CERPEN) Vol 4

Kera yang nakal


Seorang tukang sepatu di ganggu oleh ulah kera besar yang berada di beberapa pohon dekat rumahnya. Kera itu senang sekali mengamati tukang sepatu itu ketika bekerja. Ketika istirahat, kera tersebut turun dari pohon dan merusak alat-alatnya. Pisau-pisaunya menjadi tumpul. Kulit-kulitnya rusak dan sepatu-sepatu pelanggan koyak. Disamping itu kera itu sering mengejeknya yang membuatnya marah. Akhirnya suatu hari ia mendapat cara untuk menaklukkan kera itu, ia pergi ke kamar dan mengambil pisau cukur. Ketika kera itu memperhatikannya, ia berpura-pura menggosok-gosokkan pisau cukur itu ke lehernya. Kemudian ia tinggalkan pisau itu di lantai dan ia pergi keluar. Ketika ia kembali dia menemukan kera itu terbaring mati dengan leher yang terpotong.


Masinis Kereta Yang Ceria


Suatu ketika ada seorang masinis yang terkenal selalu ceria. Dia memandang sesuatu dari sudut yang baik dan menasehati orang bahwa di balik penderitaan pasti ada hikmahnya. Pada sutu hari keretanya mendapat musibah, dan dia mengalami luka parah. Ketika ia dirawat dirumah sakit dia harus menjalani amputasi sebelah kakinya. Beberapa hari kemudian rekan-rekan sekerjanya berkunjung. Seorang diantara mereka berkata, saya yakin dia akan kesulitan melihat sesuatu dari sisi baik esok. Mendengar hal itu ia tersenyum dan berkata, sama sekali tidak, saya akan menyediakan sebuah sepatu saja dan tidak repot membeli sepatu dan membersihkannya esok

Juni 05, 2009

Cerita Pendek ( CERPEN) Vol 3

Sama Gilanya

Suatu hari seorang pelancong berteduh di sebuah rumah penduduk karena hujan lebat. Ketika ia mengetuk rumah tersebut, ia temuai seorang pembantu di dalamnya. Tolong pak, izinkan aku masuk, aku seorang pendatang, katanya. Maaf pak. Saya tidak memiliki kuncinya. Kemudian pendatang itu mengeluarkan uang dan memasukkannya melalui celah bawah pintu. Tidak lama kemudian pintu itu terbuka dan ia mempersilakan orang tersebut masuk. Pendatang itu berkata, tolong pak ambilkan koper saya tinggal di luar. Baik, kata pembantu itu. Ketika ia berada di luar pendatang itu mengunci pintu dari dalam, Mengapa di kunci? Kuncinya hilang pak. Lalu pembantu itu memasukkan uang tadi dari bawah pintu itu. Sesaat kemudian pintu itu terbuka.

Batu di Tengah Jalan

Suatu hari di sebuah jalan ramai terletak sebuah batu besar yang menghalangi lalu lintas walaupun telah banyak orang yang jatuh dan kendaraan yang menjadi korban, namun tak seorang pun penduduk dari kanan dan kiri jalan itu yang peduli. Suatu senja seorang petani tua berjalan di tempat itu, melihat batu besar tersebut, ia mencoba membongkarnya dengan sekuat tenaganya dengan cangkulnya hingga batu itu bergerak ketepi jalan. Alangkah terkejutnya ketika ia menggeser batu itu di bawahnya ada peti yang didalamnya emas, pada peti itu tertulis” Untuk orang yang memindahkan batu ini”

Juni 04, 2009

Cerita Pendek ( CERPEN) Vol 2

Balas Budi

Suatu hari seekor lebah ingin pulang ke sarangnya setelah seharian lelah bekerja, namun malang ia terjatuh ke kolam tepat diatas sarangnya. Kebetulan seekor merpati terbang dan melihat nasib malang yang menimpa lebah tersebut. Melihat lebah yang hampir tenggelam itu, burung merpati memetik sehelai daun dan menjatuhkan ke air dekat lebah itu. Kemudian lebah itu memanjat ke atas daun yang terapung dan lebah itu pun dapat mengeringkan sayapnya hingga terbang kembali ke sarangnya.
Beberapa hari berselang, lebah itu melihat merpati itu bertengger di sebuah dahan pohon. Sementara di bawah pohon itu ada seorang pemburu yang membidiknya dengan senapangnya. Dengan cepat lebah itu terbang dan hinggap ditangan pemburu dan menyengatnya. Pemburu itu menjerit kesakitan dan melepaskan senapangnya. Kedua binatang itu terbang dengan selamat.

Cakap Sendiri

Di suatu tempat ada seorang yang di kenal karena kebiasaannya bercakap-cakap sendiri. Dia bisa duduk berjam-jam lamanya dan bertanya jawab sambil bekerja. Setiap orang yang mendengar, mengira bahwa ada orang yang sedang bercakap-cakap. Pada suatu hari ada seorang pengunjung ketempat itu dan mendengar orang itu bercakap-cakap, orang itu bertanya,” mengapa engkau berkata sendiri demikian? Ia menjawab, begini pak, saya suka berbicara dengan orang yang bijak dan saya suka mendengar orang yang bijak

Serba baru

Seorang majikan memiliki beberapa orang pekerja, tetapi seorang diantaranya mempunyai kebiasaan datang terlambat. Sang majikan berkali kali menegurnya dan akhirnya akan memberi sangsi apabila tidak berbenah diri, pekerja itu berkata bahwa itu bukan kesalahannya, tetapi karena arlojinya yang tidak beres.Melihat tingkah laku pekerjanya yang tidak patuh itu, sang majikan berkata, mulai besok engkau dan aku akan memperoleh yang baru. Buruhnya itu gembira mendengar ucapan sang majikannya, penasaran dan bertanya, apa gerangan yang baru ,pak? Mulai besok engkau mendapat arloji baru dan aku mendapat pekerja baru pengganti engkau.

Juni 03, 2009

Cerita Pendek ( CERPEN) Vol 1

Pengemis Bisu

Suatu hari ada seorang pengemis, pengemis itu sebenarnya tidak bisu, tetapi ia berpura-pura bisu, karena pikirnya bila ia bisu ia akan meraih uang lebih banyak. Lalu dia buat kata “BISU” pada sekeping papan dan menggantungkannya di lehernya. Pengemis lain, yang juga saingannya, mencari akal untuk mengalahkannya. Dia duduk disampingnya. Ketika ada orang yang akan memberinya sedekah, ia berkata pak, orang ini tidak bisu, ia berbohong, ia berpura-pura bisu. Lalu pengemis itu marah dan berteriak, ini pembohong! Saya memang sudah lama bisu dan sekarang masih bisu.


Tempat Berbahaya

Seorang pelaut pernah bercerita kepada temannya bahwa ayah, saudara paman, dan kakaknya semua meninggal di laut. Lalu temannya berkata. Kalau demikian halnya, andaikata saya adalah engkau saya tidak ingin menjadi seorang pelaut, mengapa? Apakah saudara-saudaramu mati dilaut juga? Mereka mati di tempat tidur. Nah, kalau saudaramu matinya ditempat tidur, saya sarankan agar engkau jangan tidur ditempat tidur. Tempat tidur adalah tempat berbahaya

Anjing Cerdik

Pada suatu hari seorang dokter menemukan seekor anjing tergilas truk. Dia membawa anjing itu kerumahnya dan merawatnya hingga anjing itu menjadi sehat kembali. Setiap hari dokter itu mendatangi anjing itu dan melatihnya sampai pandai, Lalu ia melepaskan anjing itu pergi.
Pada suatu ketika anjing itu datang kerumah sang dokter membawa seekor anjing yang mendapat kecelakaan. Ketika sang dokter membuka pintu rumahnya, ia terkejut melihat anjing yang pernah ia rawat membawa anjing lain dengan menggigit telinganya untuk menemui dokter itu.

Imbalan

Suatu hari seorang petani berjalan keliling kebunnya dan melihat-lihat buah-buahan yang sedang ranum di pohon. Tiba-tiba tampak olehnya seorang anak lelaki nakal telah berada diatas pohon buah-buahan itu ia bermaksud untuk mencurinya. Dengan perlahan ia mendekati pohon itu dan berdiri di bawahnya. Petani itu berteriak.Sekarang engkau kutangkap, turunlah dan aku akan menyebatmu. Tetapi anak nakal itu menyahut.” Pak saya tidak mau turun walaupun di beri imbalan sebatan dua kali.