August 25, 2009

Cerita Pendek ( CERPEN) Vol 41

Keledai dan Majikannya

Seorang majikan mempunyai seekor keledai. Majikan tersebut adalah seorang yang kejam karena selalu membebani keledainya melebihi muatan. Setiap hari sebatan demi sebatan bertubi-tubi diterima keledai itu di bagian punggungnya, apalagi keledainya berjalan lambat. Sering keledainya
terpaksa berlutut karena tak tahan membawa beban. Pada saat membawa gula berkarung-karung melintasi sungai, keledainya tergelincir. Kemudian majikannya menyebatkan cambuknya ke punggung keledai itu. Dengan terpaksa keledai itu berdiri mencoba untuk bangkit, tetapi akhirnya ia terjerumus ke sungai bersama beban yang di punggungnya. Majikan yang kejam itu mengalami kerugian besar tetapi akibat kekejamannya.

August 11, 2009

Cerita Pendek ( CERPEN) Vol 40

Harimau Bertemu Kancil

Seekor harimau tua dan tidak kuat lagi untuk mencari mangsa sedang berbaring di mulut sebuah gua temapt tinggalnya. Pada waktu itu seekor pelanduk melintas dari depannya.” Aku cuma sendiri kesepian dan alangkah senangnya kalau ada teman bercerita tentang pengalaman atau pengetahuan”. “ saya takut nanti kunjungan ku akan membuat diriku kecewa”, kata pelanduk itu.” Oh, saya kan sudah tua dan tidak berdaya lagi melukaimu, lagi pula engkau bisa saksikan begitu banyak bekas telapak kaki para pengunjungku”.

“ya, benar”, kata pelanduk itu.” Saya melihat memang banyak telapak kaki bekas pengunjung ke arah mu, tetapi saya tidak melihat ada telapak yang menuju keluar ini”. Dasar harimau, sampai tua juga tetap harimau.

August 06, 2009

Cerita Pendek ( CERPEN) Vol 39

Kijang dan Kancil

Pada suatu hari seekor kijang berjalan-jalan di tepi sungai, kijang itu memiliki tanduk yang cantik dan dia mengaguminya ketika bayangannya terpantul oleh air sungai yang jernih. Tiba-tiba seekor kancil muncul dan menghampirinya, ia berkata:” apa yang engkau lihat wahai kijang?” kijang itu berkata:” apakah tidak engkau perhatikan betapa cantiknya tandukku yang menghiasi kepalaku? Lihatlah! Apakah engkau tidak melihat kea air yang jernih ini?”.” Aku tidak perlu memiliki tanduk di kepala seperti engkau”. Kata kancil.” Mengapa?” Tanya kijang itu.” Karena tubuhku kecil, mana mungkin aku bisa membawa beban berat di kepalaku.” Jawabnya. Pada saat itu dari jauh terdengar teriakan pemburu segerombolan anjing bergegas datang dan menyerbu mereka.

Kancil dan kijang kabur untuk menyelamatkan diri sesampainya di sebuah lubang, kancil masuk dan bersembunyi, sedang kijang terjerat oleh akar-akar pohon pada tanduknya. Akhirnya kijang yang malang menjadi korban para anjing itu. Ternyata tidak selamanya apa yang kita banggakan memberi manfaat, sekali waktu dapat juga menjerumuskan kita

August 05, 2009

Cerita Pendek ( CERPEN) Vol 38


Kera dan Harimau

Pada suatu hari seekor kera duduk di dahan pohon yang tinggi. Di bawah pohon itu ada seekor harimau yang lagi berbaring. Kera itu paham benar bahwa seekor harimau tidak dapat memanjat. Timbul maksud hati kera untuk memanfaatkan momen ini untuk mengejek harimau. Mulailah kera itu memancing emosi harimau itu dengan berkata:” hai raja hutan! Ternyata aku lebih tinggi dari engkau”. Mendengar ucapan kera itu harimau menjadi tersinggung, namun dia tidak memperlihatkan kemarahannya bahkan sebaliknya ia bersikap acuh saja. karena harimau itu tidak memperlihatkan reaksi apa-apa sekarang kera yang berbalik marah-marah. Harimau tersebut membiarkan kera memuaskan kemarahannya. Karena usahanya untuk membangkitkan kemarahan harimau itu tidak berhasil, akhirnya kera itu berkata:” Oh, harimau, akhirnya saya berhasil membuat kamu kesal”, harimau menjawab:” bukan engkau yang membuatku kesal, akan tetapi ketinggian pohon ini yang justru membuatnya.