July 11, 2009

Cerita Pendek ( CERPEN) Vol 37

Kucing Yang Malang

Rumah Tulus berdampingan dengan sekolahnya. Apabila pulang dari sekolah, ia selalu membantu pekerjaan di rumah seperti; mengangkat air, membelah kayu, ,menyapu halaman dan sebagainya. Pussi adalah nama kucing Pak Sadikin, selalu bermain kerumah Tulus ketika Pak Sadikin memberi les sore kepada murid kelas enam.

Pada suatu hari, Tulus mengampak kayu untuk ibunya, tiba-tiba Pussi melompat kedepannya pada saat ia mengangkat kampaknya. Namun ia tidak dapat menghindarkan kucing itu, sehingga kucing itu terpotong oleh kampaknya. Tulus mengenal benar bahwa itu adalah kucing gurunya. Ia berdiri memandang kucing yang malang itu. Ia menangis dan kawan-kawannya datang dan berkata “ sudahlah lus, kata Tono, kita buang saja bangkai kucing itu kesungai”.”benar, lus” kata sebahagian lainya.” Kalau tidak kita letakkan saja ditengah jalan”. Muka Tulus menjadi merah karena marah.”Tidak!, Tidak!”, teriaknya. Dia membawa bangkai kucing itu ke rumah Pak Sadikin. Teman –temannya mengikutinya dan mau melihat apa yang akan terjadi.

Pak Sadikin memperhatikan kucing itu dan berkata:” apa yang terjadi?”. Sejenak Tulus terdiam dan menarik nafas dalam-dalam. Akhirnya ia berterusterang.” Pak guru, kucing bapak kena kampak saya ketika saya membelah kayu”.” Saya tidak sengaja pak”, kata Tulus”, “saya sangat menyesal mengapa Pussi tiba-tiba melompat kearah kampak saya dan saya tidak bisa menghindarinya”.

Semua temannya ,menduga Pak Sadikin pasti marah.”Sudahlah Tulus”, kata pak guru.”Bapak mengerti bahwa itu hal yang tidak disengaja dan bapak bangga murid bapak seorang yang jujur dan pemberani”

Blog Advertising

No comments:

Post a Comment