July 09, 2009

Cerita Pendek ( CERPEN) Vol 35

Kantongan Emas

Widodo dan Frans hidup bertetangga selama bertahun-tahun. Walaupun Widodo orang yang kaya, tetapi dia tidak sombong. Dia orang yang setia kepada kawan, hal ini terbukti dari kesediaannya membantu tetangganya apabila memerlukan pertolongan.

Pada suatu hari Widodo pergi wisata beberapa minggu lamanya, sebelum keberangkatannya keluarga Widodo terlebih dahulu menitipkan emas perhiasan istrinya kepada Pak Frans. Mula-mula Ibu Widodo memperlihatkan gelang perhiasannya senilai 100 juta rupiah di hadapan Pak Frans, kemudian menyerahkannya lengkap dengan surat dari took.

Sekembalinya dari perjalanan, Pak Widodo dan ibunya meminta titipannya kembali, namun Pak Frans dan Ibu Frans tidak mengakui menerima titipan itu, malah Pak Frans meminta bukti tanda terima dari Pak Widodo.

Pak Widodo pergi melaporkan kasus ini kepada pengacara dan akhirnya Pak Frans di panggil ke persidangan.

Mendengar laporan ini, Pak Frans tidak tinggal diam, ia dan istrinya membuat kesepakatan. Mereka adan satu kata di depan hakim nanti. “ Alangkah cerobohnya pria itu!” kata Pak Frans, “dia tinggalkan emas sebanyak ini tanpa tanda terima”. Aku nanti akan berkata:” Pak Widodo, barang kali anda lupa, benar anda datang membicarakan sesuatu tentang emas itu, tetapi anda tidak jadi menyerahkannya, karena kami takut menyimpannya di rumah kami”.” Aku berharap engkau juga berkata seperti itu”. Kata Pak Frans kepada istrinya.”Baik”. kata istrinya.

Pada waktu siding dimulai, Pak Frans seorang diri di depan hakim, sedang istrinya berada di rumah.” Pak Frans, ada tuduhan kepada anda bahwa Pak Widodo menitipkan emas kepada anda sebelum mereka berwisata, bagaimana anda menanggapi tuduhan tersebut?” Tanya hakim.” Itu bohong sama sekali pak, kata Pak Frans”.” Baiklah”, kata hakim.” Anggaplah anda benar, tetapi saya mau membuktikan sekarang juga, bersediakah anda?”. “Bersedia, pak”, kata Pak Frans. ” Sekarang coba tulis sepucuk surat kepada istri anda yang bunyinya sebagai berikut,seraya memberikan secari kertas dan pulpen kepadanya. Isinya adalah sebagai berikut:

“Bu Tolong berikan emas yang kita simpan ( kepunyaan Pak Widodo) kepada orang yang membawa surat ini”. Ttd Frans

Pak Frans kelihatannya gelisah setelah menulis surat itu dan berkata:” mengapa tidak saya saja yang menemui istri saya, kata Pak Frans”. “ Anda sedang di ruang siding, dilarang keluar” , kata hakim.

Sejenak kemudian, petugas yang membawa surat tersebut kembalu di persidangan dengan kantongan beisi emas. “ Baiklah”, kata hakim. Pak hakim membuka kantongan itu dan benar masih lengkap dengan surat pembeliannya dari took. Dengan bukti-bukti yang ada akhirnya Pak Frans mengakui telah berbohong dan akhirnya meminta maaf kepada Pak Widodo. Pak Widodo pun menerima permohonan maafnya kemudian hakim mempersilahkan mereka untuk keluar ruang persidangan.

Blog Advertising

No comments:

Post a Comment