July 03, 2009

Cerita Pendek ( CERPEN) Vol 30

Rindu Pulang

Kita semua tentu mengenal garam. Bahkan ketika kita masih duduk di bangku SD, guru menjelaskan bahwa garam berasal dari air laut yang di endapkan. Ini hanya mengenang pelajaran yang disampaikan oleh guru dahulu.

Pada suatu peristiwa, bahagian air laut berhasrat merantau ke daratan. Lalu diapun bermohon kepada penambang garam agar dirinya di ubah menjadi garam. Terjadilah dialog antara keduanya. Air laut berkata:” Pak, saya minta tolong agar bapak menjadikan saya mengkristal”. Penambang itu menjawab:” Apakah kamu tidak menyesal kemudian?”.”Tidak pak, hal itu sudah saya fikirkan sebelumnya”, sahut air laut. “baiklah”, kata penambang, tak lama kemudian air laut itu pun berubah menjadi garam. Namun, sebelumnya ia sempat mengucapkan salam perpisahan kepada saudara-saudaranya di laut.”sampai jumpa!” teriaknya.

Dengan angkutan darat, garam itu di bawa ke suatu tempat yang di sterilkan. Dan, kini garam siap di distribusikan ketoko-toko perkotaan. Alangkah gembiranya ia melihat , sejenak ia melupakan perasaannya di laut yang gerah oleh sengatan sinar matahari.

Tak berapa lama kemudian, garam di bawa oleh seorang ibu ke desa. Dengan angkutan pedesaan, garam di tempatkan bersama benda lainnya seperti terasi, ikan, dan lain-lain. Akhirnya ia sampai ke suatu rumah penduduk. Ia di bawa ke ruang berdebu, berkarat. Padahal di dekatnya banyak benda lain di tempatkan di tempatkan di atas rak-rak berkilat.

Pada suatu malam ia bersedih mengenang saudara-saudaranya di laut. Dia bermimpi bahwa teman-temannya ingin menanyakan keadaannya, tetapi sejenak kemudian ia terjaga dari tidurnya dan berteriak:” aku mau pulang!!
Blog Advertising

2 comments:

  1. Sebuah cerpen dengan pesan bagus yang terkandung di dalamnya. Bagus dibaca untuk segala usia.

    ReplyDelete
  2. intinya : kita harus memikirkan segala sesuatunya secara matang, benerkan???

    ReplyDelete