June 28, 2009

Cerita Pendek ( CERPEN) Vol 27

Tragedi

Selama bertahun-tahun, Pak Latif seorang saudagar kain, dikenal sebagai orang terpandang di kota itu. Dia selalu tampak sumringah, kalem dan pengalah. Tetapi akhir-akhir ini, tampak ada keanehan dalam kehidupan rumah tangga mereka. Beberapa bulan terakhir ini, istri Pak latif jarang sekali kelihatan. Ia menghilang tanpa diketahui tetangganya, terutama ibu-ibu.

Ada sebuah rumor jelek mengatakan bahwa istri Pak Latif sering meninggalkannya, pergi bersama wanita-wanita lain yang keberadaannya setaraf dengannya, lagipula Bapak dan Ibu Latif hingga kini belum juga mempunyai momongan dari pernikahan mereka, sehingga mereka masing-masing mencari kesibukan sendiri.

Beberapa hari terakhir ini, orang-orang oleh sikap Pak Latif. Sikapnya yang dahulu tenang dan pengalah kini jadi mudah marah dan penantang, bukan hanya itu ia juga sering mabuk-mabukan.

Pada suatu malam, mobil patroli polisi melintas di depan rumah mereka. Polisi patroli yang berjumlah 4 orang itu kaget oleh suatu pandangan aneh ketika mereka menoleh ke arah Balkon rumah Pak Latif. Mula-mula terdengar suara teriakan dan tak lama kemudian terdengar suara ledakan. Polisi-polisi itu bersembunyi di belakang mobil; kembali terjadi penembakan seorang diantara mereka yang terkena pluru nyasar tepat pada betisnya. Polisi lainnya membuka paksa pintu rumah pak latif. Akhirnya mereka masuk dan terus menaiki tangga, mereka menemukan Pak Latif terkulai tidak bernyawa lagi. Di Balkon rumahnya berserakan botol-botol minuman keras. Di duga Pak latif mabuk berat sebelum bunuh diri.

Blog Advertising

No comments:

Post a Comment